Thursday, May 31, 2007

Sampai Tua.......


LAMBE,CHAVA,
NAWI ( The brazilos..dos santos...:D)
HEr.....


Remember this moment of your Life...
hehehehehe....

Subordinasi Wanita dalam "Damar Wulan"

TOKOH paling mengemuka dalam cerita Damar Wulan, suka atau tak suka, adalah sang antagonis Minak Jingga. Dia hadir sebagai tokoh mahaperkasa, raksasa, dan dikontraskan dengan dua istri yang subordinan dan punakawan klemar-klemer kewanita-wanitaan, Dayun. Keperkasaannya dimanifestasikan dengan pusaka gada Wesi Kuning--representasi lingga--senjata mematikan, sekaligus bagi pemilik bila senjata itu berpindah majikan.

MENARIK sekali prosesi berpindahnya kepemilikan Wesi Kuning dari Minak Jingga ke Damar Wulan. Simbol kelelakian itu dicuri dan dialihkan kedua istri Minak Jingga yang terpikat kehalusan budi Damar Wulan-semacam pemberontakan pada dominasi lelaki kasar dan urakan, semacam penolakan Sinta pada Rahwana, dan penentangan Dewi Supraba pada Nilakawaca. Tampaknya di balik cerita Damar Wulan ini ada pendidikan perilaku halus mriyayeni khas Jawa.

Dengan kata lain, apa tidak mustahil tema sampingan-bila tidak cukup pantas diakui sebagai tema utama-Damar Wulan adalah upaya komparasi terhadap eksistensi lelaki ideal yang pantas dipertuan di Majapahit? Setidaknya lelaki tipe Arjuna, yang memuaskan di pembaringan dan dalam pergaulan sosial, karena secara trah penguasa Majapahit pada masa itu harus wanita bila mengikuti fakta Ratu Majapahit dalam cerita Damar Wulan, Prabu Kenya-dalam cerita biasanya disebut Kencana Wungu-dikaitkan dengan Suhita. Karena itu, Brandes mengaitkan peperangan antara Majapahit dengan Minak Jingga ini dengan Perang Puregreg. Sedangkan ilmuwan lain mengaitkan sosok Ratu Majapahit itu dengan Tribhuwanottunggawijayaawisynuwardhani, dan cerita tentang Perang Blambangan dikaitkan dengan peristiwa Perang Sadeng (lebih lengkapnya lihat CC Berg, Penulisan Sejarah Jawa, Bhratara Karya Aksara, Jakarta, 1985, halaman 90-92).

Oleh karena itu, tidak terhindarkan kesan komparasi dan penonjolan keutamaan Damar Wulan yang asal-usulnya disembunyikan dan tetap tersembunyi sebelum akhirnya terbuka di puncak kemenangan. Bahwa Damar Wulan itu anak dari Patih Udara, pemimpin Majapahit yang pergi bertapa sehingga kedudukannya diganti Patih Logender. Sejak kecil Damar Wulan dididik hidup prihatin dan santun oleh kakeknya sehingga ketika nyantrik dan ngenger di rumah Patih Logender, dia tidak kaget ketika diterima sebagai tukang kuda. Kontras dengan Layang Seta dan Layang Kumitir yang cuma bisa hura-hura memanfaatkan fasilitas jabatan ayah. Di titik ini, sekaligus mereka berbeda dari Minak Jingga yang sewenang-wenang berdasarkan kekuatan sendiri.

KOMPARASI dan kontras itu dimulai dari fakta Patih Udara mundur, melepaskan diri dari fatamorgana kekuasaan dunia dan masih tetap memegang wibawa pemimpin dan pamor kekuasaan. Setidaknya, kalau dibandingkan dengan Patih Logender, tokoh yang ketiban pulung memegang kekuasaan, tetapi tidak memiliki wibawa pemimpin dan pamor kekuasaan, sehingga kraton dipenuhi pamong yang pandai menjilat dan cuma memperjuangkan kepentingan golongan dan pribadi. Puncaknya, terutama ketika ada ancaman aneksasi oleh Blambangan dengan kedok lamaran Minak Jingga. Jalan keluar dari krisis itu menggelikan, yaitu menyelenggarakan sayembara. Dengan kata lain, memberikan kerajaan dan dirinya kepada sembarang lelaki yang mampu mengalahkan Minak Jingga. Jalan keluar yang mengelucak harga diri.

Oleh karena itu, fakta sayembara berhadiah "takhta dan wanodya" ini menunjukkan adanya sebuah fenomena besar di belakang layar. Bahwa Kencana Wungu tak bisa lagi mempercayai pamong dan prajuritnya, sekaligus menggarisbawahi sosok Kencana Wungu yang subordinan meski secara politik dia pemegang kekuasaan tertinggi. Karena itu dia membutuhkan lelaki gentleman, sang Arjuna yang mriyayeni, yang bisa mengayomi dirinya dan banyak wanita lainnya, bukan lelaki perkasa urakan semacam raksasa dalam diri Minak Jingga. Karena itu, seluruh keperkasaan kasar Minak Jingga-episode Minak Jingga gandrung yang interaktif komik dengan Dayun yang mbanceni selalu jadi adegan fragmen favorit lakon Damar Wulan-kontras dengan ketidakberdayaan Kencana Wungu.


MANIFESTASI dari pukau kelelakian Damar Wulan terbukti dengan (a) terpukaunya Anjasmara, putri Patih Logender dan adik dari Layang Seta dan Layang Kumitir, sehingga mereka terpaksa harus mengangkat derajat Damar Wulan agar adik mereka dan diri mereka tak terbenam ke dalam fakta bermenantukan dan beradik ipar tukang kuda. Dan, (b) luluh dan terpukaunya kedua istri Minak Jingga sehingga selain menghidupkan kembali Damar Wulan, mereka juga mencuri gada Wesi Kuning Minak Jingga sehingga Minak Jingga bisa dikalahkan Damar Wulan dan Blambangan tetap di bawah hegemoni Majapahit. Pengkhianatan kepada suami dengan jaminan mereka akan diperistri lelaki sejati yang tidak akan menyia-nyiakan mereka sebagai istri kedua dan ketiga, dengan Anjasmara sebagai istri pertama. Bahkan, akhirnya, ketiga wanita itu cuma berstatus selir karena istri utama Damar Wulan adalah Kencana Wungu, si Ratu Majapahit.

Dengan kata lain, puncak manifestasi pukau kelelakian Damar Wulan itu ada pada fakta dan fenomena terpanggilnya ia oleh situasi negara yang lemah dengan menerima tantangan (sayembara) mengalahkan Minak Jingga. Peperangan ini seharusnya beraras antarnegara dengan peserta negara taklukan Majapahit dan/atau negara merdeka yang mau berperang melawan Blambangan, bukan peperangan personal antarindividu Damar Wulan melawan Minak Jingga sehingga momen perpisahan kasmaran antara Damar Wulan dan Anjasmara jadi fragmen sentimentil favorit dari lakon Damar Wulan.

Damar Wulan terpanggil menjadi lelaki utama Majapahit dan berbeda dengan lelaki Majapahit lainnya. Keutamaan semacam ini yang menyebabkan Damar Wulan dianggap pantas bersanding dengan Ratu Kencana Wungu, bahkan diakui dan disadari para wanitanya sehingga mereka ikhlas menjadi wanita pendamping, wanita yang menjadi pengantar ke gerbang kemuliaan, kalau kita memakai terminologi Ibu Inggit pada sosok Soekarno.

Kelengkapan itu-satu wanita utama dan tiga wanita terpilih-menjadikan Damar Wulan lelaki Jawa utama. Sekaligus komparasinya dengan empat lelaki terpuruk-derajatnya kasar-perkasa-berkuasa, halus- kosong-berkuasa (memanfaatkan fasilitas jabatan orangtua), dan lemah-subordinan-mbanceni-membuat kita tiba pada hipotesis tentang motif di balik "penulisan" cerita Damar Wulan. Yakni, situasi Majapahit yang kacau karena kelemahan kepemimpinan ratu wanita yang mendorong kerinduan masyarakat pada kehadiran lelaki utama.

Masyarakat muak dan jenuh dengan pamong lelaki yang oportunistik mementingkan keuntungan golongan dan pribadi, sekaligus masyarakat lelah dengan kepemimpinan ratu wanita yang lemah, yang hanya bisa menangis dan tersenyum. Padahal senyum bisa dimanifestasikan sebagai kelembutan di balik ketegasan mengamalkan kekuasaan-"Westerling pun tersenyum," kata Iwan Fals dalam lagu Pesawat Tempurku-dan bukan sebuah pertanda ketakberdayaan. Memang.

Beni Setia Penyair dan Cerpenis

Wednesday, May 30, 2007

Bromo....


sebenernya ini pertama kali gue naek nich gunung
dulu - dulunya selalu males kalo naik keatas gunung ini...
wahhh senengnya keatas gunung sama j'aimee gue...

Wednesday, May 16, 2007

BSA Harapkan Lebih Banyak Anggota Asal Indonesia

Jakarta, Dari seluruh anggota Business Software Alliance (BSA) di Indonesia hanya terdapat satu pengembang software lokal (Independent Software Vendor/ISV) yang ikut serta, yakni Andal Software. Padahal BSA mengharapkan lebih banyak lagi pengembang lokal yang bergabung.

"Kita selalu welcome jika pengembang lokal ingin gabung dengan BSA," ujar Donny A. Sheyoputra, representatif BSA Indonesia, kepada beberapa wartawan di Sampoerna Strategic Tower Jakarta, Selasa petang (15/5/2007).

Lebih lanjut kata Donny, hal ini sekaligus menunjukkan BSA juga melindungi para pengembang software lokal yang memiliki hak atas produknya dan tidak hanya perusahaan asing.

Namun, untuk menjadi anggota BSA mereka tentunya harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Di antaranya, mempunyai komitmen dan berpartisipasi terhadap seluruh kegiatan BSA dalam menegakkan hak cipta di bidang software.

"Saat ini beberapa pengembang lokal sudah ada yang ingin bergabung dengan BSA," ungkap Donny.

Mitra Strategis Pemerintah

Harapan BSA selama menjalankan kiprahnya adalah untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam membantu pertumbuhan industri teknologi informasi (TI) tanah air.

Caranya, dengan membantu pemerintah dalam penegakkan hukum terhadap pelanggaran hak cipta di bidang software. Sebab, menurut Donny, industri TI Indonesia tidak akan tumbuh jika pembajakan masih marak.

"Belajar dari Cina yang dapat menekan pembajakan hingga 10 persen dan Rusia 7 persen dalam tiga tahun, maka manfaat yang akan didapatkan tidak hanya bagi anggota-anggota BSA saja, tetapi komunitas industri software lokal juga akan ikut tumbuh," yakin Donny.

Sehingga bagi mereka yang ingin menjadi pengembang software mempunyai keberanian untuk berkreasi tanpa harus takut untuk dibajak, tandasnya.
(ash/wsh)



wah, jadi tambah baik apa kagak nech....:nohope:

"Whatsername by greenday"




Gila, lagu ini ngingetin gue aje..!!
6 tahun lalu gue ketemu ama J'aimee.. shasya...
Hihihi, jadi inget kalo tenis bolanya melayang jauh..:p
after met her, it's like I found my soulmate..

".....
Remember, whatever
It seems like forever ago
Remember, whatever
It seems like forever ago
The regrets are useless
In my mind
She's in my head
I must confess...."

Confess that I Love her Much more....and Would you marry me..:)

Monday, May 14, 2007

Perubahan Pola Penerimaan di AKPOL


Akademi Kepolisian sebagai sebuah lembaga pendidikan kedinasan dibawah Polri menetapkan kebijakan yang mencerminkan paradigma baru sistem rekrutmen di tubuh Polri. Lembaga yang menelurkan petugas polisi pada level ‘first line supervisor ini’ tidak lagi menerima lulusan dari Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) seperti SMU, MAN atau sekolah sederajat lainnya seperti yang selama ini dilaksanakan. Melalui Pengumuman nomor: Peng/02/IV/2007 tanggal 17 April 2007 Polri mencantumkan bahwa untuk tahun anggaran 2007 ini hanya menerima dari level strata-1 maupun strata-2 baik dari sumber pegawai Polri (bintara) dan dari sumber masyarakat umum (Koran Tempo edisi Rabu, 18 April 2007).

Keputusan ini sendiri, dapat dikatakan sebagai sebuah perubahan yang cukup besar bagi Polri dalam rangka mengejawantahkan kebijaksanaan perubahan paradigma Polri, terutama yang berkaitan dengan perubahan di bidang kultur. Disamping itu, kebijakan ini juga dipandang sangat penting bagi Polri dalam menghadapi perubahan dan perkembangan tantangan di masa yang akan datang. Tentunya diharapkan bahwa dengan menjaring para lulusan S1 sebagai sumber untuk calon-calon polisi maka sumber daya manusia yang dimiliki oleh Polri akan semakin meningkat dan lebih siap untuk menghadapi masalah-masalah sosial yang juga semakin kompleks. Polri juga akan banyak melakukan penghematan waktu maupun anggaran, karena ke depan, Akademi Kepolisian akan diarahkan untuk lebih berkonsentrasi dalam menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan profesi di bidang kepolisian.

Perubahan kebijaksanaan ini selayaknya dipandang sebagai suatu langkah maju dan sangat positif bagi Polri dalam memperbaiki mutu sumber daya manusianya. Tetapi tentu saja, perubahan kebijaksanaan ini juga perlu dicermati dan ditelaah dalam rangka mengantisipasi ekses negatif yang mungkin timbul. Disela-sela riuh rendahnya kecaman dan kritikan kepada STPDN/IPDN akhir-akhir ini, perubahan paradigma pada Akademi Kepolisian RI kelihatannya perlu juga untuk dipertimbangkan sebagai satu bentuk solusi bagi permasalahan di sana.



Sejarah Singkat Akademi Kepolisian

1.Agustus 1945 - Jawea Keisatsu Gakka diganti menjadi Sekolah Polisi Negara RI di Sukabumi. Karena situasi perjuangan yang meningkat, pendidikan perwira kemudian dipindah ke Mertoyudan (Magelang).
2.Juni 1946 - Melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 12/9/22, kemudian diresmikan Kader Kepala Bagian Tinggi ( Pendidikan Komisaris Polisi ) yang kemudian berubah menjadi Akademi Kepolisian dan Pendidikan Kader Kepala Bagian Menengah bertempat di Mertoyudan Kabupaten Magelang.
3.September 1946 - Asrama Akademi Kepolisian pindah ke Jl. Senopati Jogjakarta
4.September 1950
* Nama Akademi Polisi berubah menjadi Perguruan Tinggi Ilmu Polisi
* Dengan Skep Menteri Dalam Negeri No: 15/2/I/Pol, dimulai penerimaan mahasiswa angkatan III
5.Desember 1959 - Perguruan Tinggi Ilmu Polisidipindah ke di Jl. Tambak No. 2 Jakarta berdasarkan Surat Keputusan Perdana Menteri No.47/PM/II/50
6.Agustus 1954 - Dengan Skep Perdana Menteri No: 87/PM/II/1954, merubah sistem pendidikan dari bagian persiapan dan bagian keahlian ( masing-masing 2 tahun) diubah menjadi Bacaloreat dan Doktoral (masing-masing 3 tahun). Dengan SK tersebut dari tahun 1956 s/d 1958 PTIK tidak menerima mahasiswa baru
7.Agustus 1958 - Diadakan penerimaan mahasiswa PTIK angkatan VIII dari daerah-daerah
8.Juli 1959 - Dengan Skep Presiden No. : 253/1959, Kepolisian Negara RI berubah menjadi Angkatan Kepolisian RI, dengan demikian Sekolah Polisis Negara di Sukabumi yang merupakan penyatuan dari Sekolah Inspektur Polisi di Bukit Tinggi dan Jogjakarta berubah menjadi Sekolah Angkatan Kepolisian
9.Oktober 1965 - Sekolah Angkatan Kepolisian RI berubah menjadi Akademi Angkatan Kepolisian (AAK), diresmikan oleh Men Pangak Irjen. Pol Soetjipto Judodiharjo, dengan Skep Menhankam Pangab No.:468/5/B/65/M , pada tanggal 1 Oktober ini kemudian diperingati sebagai hari jadi Akademi Kepolisian. Pataka AAK berfalsafah Atmaniwedana Aryawirya Kretakarma diserahterimakan. Untuk selanjutnya AAK berubah status menjadi bagian Bacaloreat PTIK
10.Desember 1966 - AAK diubah menjadi AKABRI bagian Kepolisian.
11.Januari 1967 : Dibuka AKABRI bagian umum di Magelang dengan Taruna berasal dari pengiriman dari masing-masing angkatan dan Polri, Setelah menyelesaikan pendidkan selama 1 tahun di Magelang, Taruna AKABRI bagian Kepolisian dikirim ke Sukabumi untuk mengikuti pendidikan matra Kepolisian selama 3 tahun
12.Juli 1980 - Komplek AKABRI bagian Kepolisian di Semarang diresmikan penggunaannya oleh Kapolri Jendral PO. Drs. Awaloeddin Djamin MPA
13.Januari 1985 - Dengan Skep Kapolri No. POL Skep/36/I/1985 tanggal 24 Januari 1985 AKABRI Kepolisian berubah menjadi Akademi Kepolisian setelah AKABRI bagian dialihkan kembali kepada angkatan masing-masing, dan ditetapkan pula Pataka Akpol dengan tambahan pita diatas lambang bertuliskan Akademi Kepolisian, sasanti dibawah gambar lambang menjadi bertuliskan Atmaniwedana Kretakrama Aryawirya, gambar dibalik lambang semula lambang Akabri ” Bhineka eka Bhakti ” menjadi lambang Polri “Tri Brata”
14.April 1999 - Berdasarkan TAP MPR No. X/MPR/1998 tentang Pokok-Pokok Reformasi Pembangunan diinstruksikan kepada Presiden untuk melaksanakan agenda reformasi dibidang hukum dalam bentuk pemisahan tugas, fungsi dan wewenang aparatur penegak hukum. Atas dasar itu, keluarlah Instruksi Presiden No.2 tahun 99 sebagai langkah kebijaksanaan dalam rangka pemisahan Polri dari ABRI ( ditetapkan tanggal 8 Maret 1999), ditindaklanjuti dengan keputusan Menhankam Pangab No.: Kep/05/P/III/1999 tanggal 1 April 1999 tentang pelimpahan wewenang pembinaan Polri dari Pangab ke Menhankam sebagai tindak lanjut, keluarlah Skep Kapolri No.Pol : Skep/389/IV/1999 tanggal 9 April 1999 tentang Akademi Kepolisian Mandiri, maka sejak 10 April 1999 Akpol dinyatakan terpisah dari AKMIL, AAL, AAU serta teknis administrasi juga lepas dari Mako Akademi TNI
15.Oktober 2003 - Penggunaan Logo Akademi Kepolisian yang baru dengan mengganti kata-kata “Atmaniwedana - Kretakarma - Aryawirya” dengan kata-kata “Dharma - Bijaksana - Ksatria” dan pita bertuliskan “Akademi Kepolisian” yang semula terpisah di bagian atas disatukan menjadi satu kesatuan yang utuh dalam perisai Tri-Brata

(sumber: www.akpol.ac.id)

Friday, May 11, 2007

MOI......

Hehehehe, J'ai parler indo ae ach.....!!!
Introduce.......Umur 25 tahun,tar tgl 22,Jomblo & gak pernah pacaran (hik's kasian benget dech gue..)"

1. Asli jawa lahir di kediri
2. Waktu SD pernah iku lomba karawitan dan Juara lho....
3. Waktu SMP sedih banget mau lulus temen sekelas gue ada yang meninggal hiks
4. Suka banget yang namanya anggur....." Huhh, Jualan fanta anggur diabisin sendiri.."
5. Nangis semalaman gara-gara gak masuk waktu PANTHUKIR di SMA TARUNA MAGELANG...
6. SMA more colourfull of my life.." start principle from 1-4.."
7. JADI tukang tagih buku sekolah,LKS, 3 tahun berturut - turut " top skor oi..."
8. Paling benci kuliah waktu di Malang...,Dan terhibur kalo waktu sore maen bola di FK
9. Now I born to try... TO BE ENTREPRENEUR..my OWN HWK
10.Punya hutang di usia 21 300juta oi..." down banget mo balikin gimana "
11.Punya rumah dewe di Usia 22 (Thank's To All of My brother's..)
12.Suka cewek nunggu 6 tahun dikacangi terus oi...." hiks,hiks..."
13.Berat badan bertambah jadi 65 dari 50. hehehe....
14.Tidak mudah jatuh cinta, tapi mudah patah hati,,,..."tapi mata agak jelalatan.."
15.Percaya cinta sejati itu ada.
16.Berusaha selalu menyayangi seseorang dengan tulus,..."forget it "
17.Percaya setiap sahabat memberikan satu warna untuk kita setiap detiknya.
".. SOPO wani nantang AC MILAN,REAL MADRID, AND LIVERPOOL..."
18.Percaya kalau ada yang sayang sama diriku dengan tulus nantinya..."..WHEN..."
19.J'e ne parler franchaise bien pa...^_^_^ bener gak yo...
20.Paling Menunggu Yang namanya Brazil sama France Kalo Maen PS...:cape_decg:
21.Kurang ajar.....sering ditinggal kalo nonton film di ROYAL.....!!!

Di Balik Awan

Ku tak selalu begini
Terkadang hidup memilukan
Jalan yang kulalui
Untuk sekedar bercerita

Pegang tangan ku ini
Dan rasakan yang kuderita
Apa yang kuberikan
Tak pernah jadi kehidupan

Semua yang kuiginkan
Menjauh dari kehidupan

Tempat kumelihat di balik awan
Aku melihat di balik hujan
Tempatku berdiam tempat bertahan
Aku terdiam di balik hujan

a….a….a….

Pegang tangan ku ini
Dan rasakan yang kuderita
Genggam tanganku ini
Genggam perihnya kehidupan

Apa yang kuberikan
Tak pernah jadi kehidupan
Semua yang kuingikn
Menjauh dari kehidupan

Tempat kumelihat di balik awan
Aku melihat di balik hujan
Tempatku berdiam tempat bertahan
Aku terdiam di balik hujan

Terus melangkah melupakan mu

terus melangkah melupakan mu
lelah hati perhatikan sikapmu
jalan pikiranmu buatku ragu
tak mungkin ini tetap bertahan

belahan mimpi terasa mengganggu
ku coba untuk terus menjauh
menahan hati ku terbelenggu
ku coba untuk lanjutkan hidup

engkau bukanlah segalaku
bukan tempat tuk tentukan langkahku
usai sudah semua berlalu
biar hujan menghapus jejakmu

teruskan langkah melupakanmu
lelah hati perhatikan sikapmu
jalan pikiranmu membuatku ragu
ta mungkin ini tetap bertahan

belahan mimpi terasa mengganggu
ku coba untuk terus menjauh
menahan hati ku terbelenggu
ku coba untuk lanjutkan hidup

engkau bukanlah segalaku
bukan tempat tuk tentukan langkahku
usai sudah semua berlalu
biar hujan menghapus jejakmu

lepaskan segalanya
lepaskan segalanya

engkau bukanlah segalaku
bukan tempat tuk tentukan langkahku
usai sudah semua berlalu
biar hujan menghapus jejakmu

engkau bukanlah segalaku
bukan tempat tuk tentukan langkahku
usai sudah semua berlalu
biar hujan menghapus jejakmu

Wednesday, May 02, 2007

...White Lies ?..

Sial terinspirasi dari seorang temen anak YK



White lies. Pasti kita semua pernah dengar kata-kata itu, dan bisa dipastikan pula kita semua mungkin pernah melakukannya. Dusta putih. Entah kenapa dinamakan dusta putih. Apa karena putih itu indentik dengan suci dan tulus? Memangnya ada gitu kebohongan yang tulus? Bohong ya... bohong aja. Ya itu lah white lies. Aneh tapi penting. Toh biasanya white lies ini dilakukan oleh orang-orang demi kebaikan bersama. Demi ketentraman hati. Tak ada friksi. Living happily ever after.


Tapi kalau dipikir-pikir, setiap hari kita pasti melakukan hal-hal kecil yang termasuk white lies itu. Entah dengan teman, keluarga, dosen, teman sekantor, atau bahkan orang yang baru saja kita kenal. Nah buat kamu yang belum tahu dusta putih seperti apa, nech contohnya :


Story 1

Cowok: "Cinta, aku pergi dulu ya, temen-temen di kampus udah nungguin, tugasnya mau dikumpul besok nih."

Cewek: "Ah darling, gitu banget sih?! Ntar lagi deh, kan masih kangen."

Cowok: "Gak bisa cinta, nanti aku kesini lagi ya abis dari kampus, okey?"

Cewek: *dalam keadaan ngambek* "Iya deh kalo gitu."

Kenyataan: Cuma pengen kumpul di kos temen maen Play Station, kompetisi Winning Eleven coy!

Hikmah: Daripada minta ijin malah dimaki-maki ceweknya kemudian ikutan nungguin maen PS? Gak seru banget! 25 x 4 = Cepek deh...



Story 2

Teman cewek 1: "Ya ampun say, kamu tambah cantik aja sih? Kurusan lagi, pake apa ni?" (dalam hati, "du di dam du di du... tambah gemuk banget si sekarang? .....:hammer: ")

Temen cewek 2: "Ah kamu bisa aja siy jeng, gak kok, gue masih segini-segini aja" (berbunga-bunga, tak tahu dibohongi).

Kenyataan: Basa basi yang gak penting gitu deh.
Hikmah: Membuat teman bahagia bukannya berpahala? Hihi...



Story 3

Bokap : "udah sampe mana tesisnya,rul..?"

Guenech : "Lumayan lah Yah, dah jalan kok" (jalan ditempat, grrrakkkk)

Bokap : "Baguslah, nanti kalo lulus kasih saku ke prancis mau.."

Guenech : "Iya, yah ^_^ "

Kenyataan: loh, kok bisa ikutan masuk?! Ini kan bukan white lie!
Hikmah: Cepetan kerjain tesisnya (judul aja belum...:p), ngeblog mulu!



Story 4

Pewawancara: "Mas udah pernah kerja ya?"

Pendaftar kerja: "Udah Pak, di salah satu perusahaan minyak"

Pewawancara: "Loh kenapa keluar dari kerjaan anda?"

Pendaftar kerja: "Saya mencari tantangan yang lebih tinggi, dan dengan kapasitas dan latar belakang pendidikan yang saya miliki, saya yakin diperusahaan bapak nantinya saya dapat memberikan kontribusi yang berarti."

Kenyataan: Amit-amit deh kerja di perusahaan minyak itu lagi, udah kerja rodi, dimarahin terus pula sama bos bule gila itu.

Hikmah: Memperlancar proses wawancara, dan mana tahu bisa keterima?



Ya begitulah beberapa adegan kebohongan putih. Ya... sebenarnya banyak dusta putih yang lebih layak untuk dilampirkan. Tapi semoga saja beberapa adegan itu sudah bisa mewakili, hehe...

Anyway, memang tidak pernah mudah untuk menjadi jujur dalam segala situasi. Karena bagaimanapun teman, ketika kita memulai suatu dusta entah itu dusta putih, hitam, krem, abu-abu, atau biru, pasti kita tidak bisa berhenti. Kebohongan akan diselesaikan dengan kebohongan lainnya. Seperti lingkaran setan. Never ending lies.

Ingat kan dengan peribahasa, karena nila setitik, rusak susu sebelanga? Bayangkan, hanya karena kita bermaksud basa-basi ternyata malah menyakiti perasaan teman. Atau ketika kita mencoba menutup-tutupi suatu permasalahan, ternyata malah menjadi beban kita sendiri. Walau kadang berkata jujur itu berat, toh semua akibat yang muncul masih bisa dibicarakan bersama, walau pahit, kadang. Yah seperti kopi, kita bisa membuat kopi yang berasa manis, dicampur dengan susu, ataupun pahit pekat. Toh, kita sendiri yang menentukan bukan?


Eh tapi, kalau ketemu dengan aku, jangan ragu untuk bilang,
"Ya ampun , tambah kurus aja nih...!!!... beneran" atau

"Hei, tambah ganteng aja lu, apa kabarnya?"
Dan akan selalu kumaafkan dusta putih itu. :..ngacir...:



Untuk J'aimee....!!

Mas,mas...!! Tolong Editin Dunk Surat Dokternya...!!! Kemaren sama hari ni kan
gak masuk....:(kerja, Ntar dimarahin bunda aku) mau jadi tukang boongl lu...
.
.
.
.
....Yach White Lies Lagi..(bilang aja kalo kangen napa...,muuach,,,,:)..hihihihi..)
ckckckckc.. kenyataannya suratnya gak dikasihkan...,nach lu....:P